ATMAN
Om Swastyastu …..
Kata Atman, diambil dari kata “an” yang berarti bernafas. Setelah secara bertahap diperluas, maka artinya kemudian menjadi meliputi kehidupan, roh, sang diri dan inti dari pribadi.
Dalam sastra-sastra Weda disebutkan bahwa pengertian Atman, tak dapat dipisahkan dari pengertian Brahman. Karena adanya pembatas yang fana maka Atman terlihat berbeda dengan Brahman. Atman adalah prinsip kesadaran pribadi dan Brahman adalah prinsip kesadaran semesta. Begitu kesadaran murni timbul pada manusia, perbedaan antara keduanya akan lenyap dan keduanya akan menjadi identik. Tuhan selain sebagai sesuatu yang mengatasi kategori manusia, juga sekaligus masuk dan hidup di dalam manusia.
Sariram brahma pravis at
Sarire adhi prajapatih
Atharvaveda XI.8.30
Tuhan Yang Esa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja atas tubuh itu.
Atman adalah unsur abadi pada manusia, ia merupakan suatu bagian yang tidak terlahirkan sebagaimana ia tidak pernah akan mati. Pengertian Atman tidak boleh dicampur adukkan dengan pengertian badan, unsur kehidupan, pikiran atau kecerdasan.
Na mrtyave-ava tasthe kadacana
Rgveda X.48.5
Jiwa tidak bisa dihancurkan (kekal)
Hubungan antara atman dan Brahman kiranya dapat dijelaskan dengan salah satu sloka dalam Rgveda.
Dva suparna sayuja sakhaya
Samanam vrksam pari sasvajate
Tayor anyah pippalam svadu-atti
Anasnan anyo abhi cakasiti
Rgveda I.164.20
Ada dua ekor burung (jiwa individual dan jiwa yang agung) yang dipersatukan dengan ikatan persahabatan, yang tinggal dalam pohon yang sama, salah satu dari mereka (jiwa individual) menikmati buah matang yang manis (karma) sedangkan yang lainnya (jiwa yang agung) menyaksikan segalanya tanpa menikmati buahnya.
Dan yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa bukan hanya manusia yang diresapi oleh Brahman, hewan dan tumbuhanpun dilingkupi oleh-Nya.
Mahad brahmayena prananti virudhah
Atharvaveda I.32.1
Tuhan adalah sumber kehidupan di dalam tanam-tanaman dan tumbuhan rempah
Semua pengertian tentang logika dan yang terpikirkan bukanlah Atman. Semua pengertian tersebut hanya melingkupi pengungkapan luar dari “Diri Sesungguhnya” , yang merupakan suatu kesadaran diri dan keberadaan diri yang murni. Atman dalam pengertian yang sesungguhnya adalah diri sejati yang mutlak. Ia bukan suatu kategori fisika dan juga bukan suatu kategori metafisika abstrak. Ia adalah diri spiritual yang sejati. Dalam hubungannnya dengan manusia sebagaimana yang umum dipahami sebagai mahluk biologis dan psikologis, maka Atman harus dipandang sebagai sesuatu yang mengatasi dua kondisi ini. Implikasi lebih lanjut dari konsep Atman sangat luas, seperti Tat Twam Asi, Ahimsa dan lain sebagainya.
Terdapat suatu perbedaan pengertian yang mendasar dalam konsep Roh agama-agama timur tengah apabila dibandingkan dengan konsep Atman di Hindu. Konsep Roh menyatakan bahwa tubuh memiliki roh yang akan meninggalkan tubuh pada saat kematian badan biologis. Fokus pada konsep ini adalah pada badan biologis. Sedangkan dalam konsep Atman, disebutkan bahwa Atman memiliki tubuh biologis dan pada saat kematian badan biologis, Atman masih tetap eksis. Fokus dalam konsep ini adalah pada Atman.
Om Santih Santih Santih Om ….
Sumber: Milis Hindu
Om Swastyastu …..
Kata Atman, diambil dari kata “an” yang berarti bernafas. Setelah secara bertahap diperluas, maka artinya kemudian menjadi meliputi kehidupan, roh, sang diri dan inti dari pribadi.
Dalam sastra-sastra Weda disebutkan bahwa pengertian Atman, tak dapat dipisahkan dari pengertian Brahman. Karena adanya pembatas yang fana maka Atman terlihat berbeda dengan Brahman. Atman adalah prinsip kesadaran pribadi dan Brahman adalah prinsip kesadaran semesta. Begitu kesadaran murni timbul pada manusia, perbedaan antara keduanya akan lenyap dan keduanya akan menjadi identik. Tuhan selain sebagai sesuatu yang mengatasi kategori manusia, juga sekaligus masuk dan hidup di dalam manusia.
Sariram brahma pravis at
Sarire adhi prajapatih
Atharvaveda XI.8.30
Tuhan Yang Esa memasuki tubuh manusia dan Dia menjadi raja atas tubuh itu.
Atman adalah unsur abadi pada manusia, ia merupakan suatu bagian yang tidak terlahirkan sebagaimana ia tidak pernah akan mati. Pengertian Atman tidak boleh dicampur adukkan dengan pengertian badan, unsur kehidupan, pikiran atau kecerdasan.
Na mrtyave-ava tasthe kadacana
Rgveda X.48.5
Jiwa tidak bisa dihancurkan (kekal)
Hubungan antara atman dan Brahman kiranya dapat dijelaskan dengan salah satu sloka dalam Rgveda.
Dva suparna sayuja sakhaya
Samanam vrksam pari sasvajate
Tayor anyah pippalam svadu-atti
Anasnan anyo abhi cakasiti
Rgveda I.164.20
Ada dua ekor burung (jiwa individual dan jiwa yang agung) yang dipersatukan dengan ikatan persahabatan, yang tinggal dalam pohon yang sama, salah satu dari mereka (jiwa individual) menikmati buah matang yang manis (karma) sedangkan yang lainnya (jiwa yang agung) menyaksikan segalanya tanpa menikmati buahnya.
Dan yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa bukan hanya manusia yang diresapi oleh Brahman, hewan dan tumbuhanpun dilingkupi oleh-Nya.
Mahad brahmayena prananti virudhah
Atharvaveda I.32.1
Tuhan adalah sumber kehidupan di dalam tanam-tanaman dan tumbuhan rempah
Semua pengertian tentang logika dan yang terpikirkan bukanlah Atman. Semua pengertian tersebut hanya melingkupi pengungkapan luar dari “Diri Sesungguhnya” , yang merupakan suatu kesadaran diri dan keberadaan diri yang murni. Atman dalam pengertian yang sesungguhnya adalah diri sejati yang mutlak. Ia bukan suatu kategori fisika dan juga bukan suatu kategori metafisika abstrak. Ia adalah diri spiritual yang sejati. Dalam hubungannnya dengan manusia sebagaimana yang umum dipahami sebagai mahluk biologis dan psikologis, maka Atman harus dipandang sebagai sesuatu yang mengatasi dua kondisi ini. Implikasi lebih lanjut dari konsep Atman sangat luas, seperti Tat Twam Asi, Ahimsa dan lain sebagainya.
Terdapat suatu perbedaan pengertian yang mendasar dalam konsep Roh agama-agama timur tengah apabila dibandingkan dengan konsep Atman di Hindu. Konsep Roh menyatakan bahwa tubuh memiliki roh yang akan meninggalkan tubuh pada saat kematian badan biologis. Fokus pada konsep ini adalah pada badan biologis. Sedangkan dalam konsep Atman, disebutkan bahwa Atman memiliki tubuh biologis dan pada saat kematian badan biologis, Atman masih tetap eksis. Fokus dalam konsep ini adalah pada Atman.
Om Santih Santih Santih Om ….
Sumber: Milis Hindu
No comments:
Post a Comment